Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

DIssolved Oxygen Meter

DO Meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen terlarut (Dissolve Oxygen) di dalam air atau larutan. Nilai oksigen terlarut di dalam air akan sangat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah faktor suhu dan juga kandungan zat-zat organik yang ada di dalamnya. Kualitas air yang bagus biasanya akan memiliki nilai Dissolve Oxygen yang lebih tinggi, sebaliknya air yang sudah tercemar, kandungan oksigen terlarutnya akan rendah. 

Oleh karena itu, DO dijadikan sebagai salah satu parameter wajib dalam setiap pengukuran kualitas air. Air yang memiliki kandungan oksigen terlarut yang rendah biasanya akan sedikit didiami oleh aneka biota air. Karena air biasanya sudah tercemar dan tidak ramah lagi ditinggali oleh makhluk hidup.
Penggunaan DO Meter banyak dibutuhkan untuk bidang perikanan, kualitas air bersih dan segala hal yang menyangkut penggunaan air untuk kehidupan. Alat ini bekerja dengan sistem digital sehingga cukup mudah dan simple untuk digunakan. 
Pengukuran oksigen terlarut di dalam penelitian sebelum adanya alam DO meter tersebut biasanya dilakukan di laboratorium dengan metode analisa yang biasanya membutuhkan waktu yang relative lebih lama. Disamping itu bahan-bahan kimia yang dipakai juga lebih banyak sehingga lebih mahal. Dengan adanya DO meter tersebut, semuanya menjadi lebih mudah. Dengan waktu yang sangat singkat dan biaya yang lebih murah, kita bisa mendapatkan hasil pengukuran oksigen terlarut dari suatu sampel.

Untuk kebutuhan di lapangan, misalnya mereka para peneliti yang memfokuskan terhadap kualitas air bisa memiliki alat DO meter tersebut. Di lapangan kita tidak bisa bekerja seperti di laboratorium sehingga penggunaan alat DO meter ini otomatis akan sangat membantu. Meskipun demikian, alat DO Meter juga memiliki kelemahan yakni karena terbuat dengan system digital maka benar-benar harus diperhatikan berbagai resiko yang mungkin terjadi. Kesalahan arus atau benturan dan sebagainya bisa menurunkan akurasi pengukuran dari alat tersebut. Karena alat ini sangat sensitive maka penggunaan dan perawatannya harus benar-benar dijaga.

Metode Pengukuran Turbiditas Pada Air

Turbidity Meter,Salt meter,pH Meter,pH Tester,Acdity meter,Dissolved Oxygen Meter,Conductivity Meter



Turbidity Meter adalah sifat optic terhadap dispersi sinar/cahaya dan dapat dinyatakan sebgai perbandingan antara cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang tiba.Dalam pengaplikasian sehari-hari Turbidity Meter biasa digunakan untuk mengukur tingkat kekeruhan air.

Prinsip umum dari alat Turbidity Meter adalah sinar yang datang mengenai suatu partikel ada yang diteruskan dan ada yang dipantulkan, maka sinar yang diteruskan digunakan sebagai dasar pengukuran(Day and Underwood, 2002).

Cara melakukan pengukuran dengan menggunakan Turbidity Meter ;

1. Pengukuran perbandingan intensitas cahaya yang dihamburkan terhadap intensitas cahaya yang datang
2. Pengukuran efek ekstingsi, yaitu kedalaman dimana cahaya mulai tidak tampak di dalam lapisan medium yang keruh.
3. Instrumen pengukur perbandingan Tyndall disebut sebagai Tyndall meter. Dalam instrumen ini intensitas diukur secara langsung. Sedang pada nefelometer, intensitas cahaya diukur dengan larutan standar.


Fungsi Utama Acdity Meter

Fungsi Acidity Meter,Jual Acdity Meter,Harga Acdity Meter,Pengertian Acdity Meter,Acdity Meter adalah





Acidity Meter adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alkali dari suatu larutan. Unit pH bisa diukur pada skala 0 pH sampai 14 pH dibentuk dari informasi kuantitatif yang dinyatakan oleh tingkat keasaman atau basa yang berkaitan dengan aktivitas ion Hidrogen. Jika konsentrasi [H+] lebih besar daripada [OH-], maka material tersebut bersifat asam, yaitu nilai pH kurang dari 7. Jika konsentrasi [OH-] lebih besar daripada [H+], maka material tersebut bersifat basa, yaitu dengan nilai pH lebih dari 7.


Acidity meter akan mengukur potensial listrik antara merkuri Cloride (HgCl) pada elektroda pembanding dan potassium chloride (KCl) yang merupakan larutan didalam gelas electrode serta potensial antara larutan dan elektroda perak. Tetapi potensial antara sampel yang tidak diketahui dengan elektroda gelas dapat berubah tergantung sampelnya, oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi dengan menggunakan larutan yang equivalen yang lainya untuk menetapkan nilai dari pH. 

Elektroda pembanding calomel terdiri dari tabung gelas yang berisi potassium kloride (KCl) yang merupakan elektrolit yang mana terjadi kontak dengan mercuri chloride (HgCl) diujung larutan KCl. Tabung gelas ini mudah pecah sehingga untuk menghubungkannya digunakan keramik berpori atau bahan sejenisnya. Elektroda semacam ini tidak mudah terkontaminasi oleh logam dan unsur natrium.

Tips Mengkalibrasi pH Meter

pH Meter,Conductivity Meter,Acdity Meter,Salt Meter,Water Quality Checker,Gloss Checker,Turbidity meter,Jual alat uji air


Ketika kita ingin menggunakan pH Meter dengan hasil yang tepat dan akurat,maka kita harus melakukan kalibrasi terhadap pH Meter tersebut.Kalibrasi dilakukan dengan alasan,bahwa electroda kaca tidak memberikan reproduksi e.m.f lebih dari waktu yang lama.

Kalibrasi dilakukan paling sedikit dengan dua larutan buffer standar yang mencakup rentang nilai ph yang akan diukur.Proses kalibrasi berkorelasi tegangan yang dihasilkan oleh probe (sekitar 0.06 volt per unit PH) dengan skala PH.Setelah selesai pengukuran,probe harus dibilas dengan air suling atau air deionisasi untuk menghilangkan jejak solusi yang telah diukur sebelumnya.

Cara Melakukan Kalibrasi pHMeter :

1.Pilih Mode pH dan mengatur kontrol suhu tombol untuk 25 ° C.
2.Bilas elektroda dengan air deionisasi dan bila ada noda kering bersihkan menggunakan sepotong tissue (Shurwipes atau Kimwipes tersedia di laboratorium).
3.Tempatkan elektroda dalam larutan pH 7 dengan penyangga, memungkinkan layar untuk menstabilkan dan, kemudian, mengatur tampilan untuk membaca 7 dengan menyesuaikan kal
4.Bilas elektroda dengan air deionisasi dan bila ada noda kering bersihkan menggunakan tissue (Shurwipes atau Kimwipes tersedia di laboratorium).
5.Tempatkan elektroda dalam larutan pH 2 penyangga, memungkinkan layar untuk menstabilkan dan, kemudian, mengatur tampilan untuk membaca dan menyesuaikan kal.

6.Bilas elektroda dengan air deionisasi dan bila noda kering besihkan menggunakan tissue (Shurwipes atau Kimwipes, seperti sebelumnya).

Fungsi Climate Chamber Laboratorium

Climate Chamber,Climate Chamber Binder,Oven Laboratorium,Analytical Balance,pH Meter,Preparat Mikroskop,Moisture Analyzer



Climate Chamber digunakan untuk menguji stabilitas bahan/zat aktif/eksipien maupun sediaan farmasi bisa berupa  sediaan solid (tablet, granul, serbuk, kapsul), semi solid (salep, krim, gel, pasta, suppositoria) maupun sediaan liquid (larutan, emulsi, suspensi, dll) yang disimpan dalam kondisi RH, suhu dan waktu tertentu. 

Alat ini bisanya digunakan untuk menguji stabilitas yang dipercepat (accelerated test), misalnya uji dinaikkan suhu penyimpanannya (misal pada suhu 40, 50, 60 derajat C), atau RH yang dinaikkan (misal 75%), uji dengan paparan cahaya (photolysis) atau kombinasi ketiganya. Uji stabilitas yang diamati baik stabilitas secara fisika maupun secara kimiawi.

            UjiStabilitas dilakukan setiap sebuah industri mengeluarkan  sebuah produk baru.Hal ini dilakukan setiap kali ada perubahan terhadap proses produksi terhadap hasil produksi.Misalnya Produk baru yang dihasilkan oleh industri menggunakan metode pengolahan baru,Peralatan baru,Perubahan Pengemasan,Peurbahan bahan baku,dll.

Uji Stabilitas dilakukan dengan metode mengambil sempel dari produk.Uji Stabilitas ini akan terus dilakukan setiap 12 bulan sekali untuk menjaga kualitas dan mutu dari produk yang dihaslikan.

 Uji Stabilitas dibagi menjadi dua tahap,yaitu ;

1.       Uji stabilitas jangka pendek (dipercepat)

Uji stabilitas jangka pendek dilakukan selama 6 bulan dengan kondisi ekstrim (suhu 40±20C dan Rh 75% ± 5%). Interval pengujian dilakukan pada bulan ke – 3 dan ke-6.


2.      Uji stabilitas jangka panjang (real time study)


Uji stabilitas jangka panjang dilakukan sampai dengan waktu kadaluwarsa produk seperti yang tertera pada kemasan. Pengujiannya dilakukan setiap 3 bulan sekali pada tahun pertama dan setiap 6 bulan sekali pada tahun kedua. Pada tahun ketiga dan seterusnya, pengujian dilakukan setahun sekali.